Banjarmasinpost.co.id
Jumat, 12 Maret 2010 | 26 Rabiul Awal 1431 H
Kapolda Turun Langsung Amankan Kantor
Jumat, 10 April 2009 | 14:01 WITA
Dibaca 7 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel
dtc
Anjing pelacak dan pagar kawat berduri untuk barikade bila pendukung Gus Dur akan mengepung KPUD.

YOGYAKARTA, JUMAT - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Sunaryono memimpin langsung pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Timoho Yogyakarta, Jumat, menyusul aksi unjuk rasa ratusan warga dan mahasiswa Papua yang tidak dapat memberikan hak suaranya pada pemilu legislatif, Kamis, (9/4) kemarin.

Kapolda mengatakan, personel polisi yang disiagakan di kantor KPU DIY sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) dengan senjata lengkap serta dua mobil "water canon".

"Tidak ada konsepnya kerusuhan di Yogyakarta, yang anarkis akan ditangkap. Kemarin (Kamis, 9/4) polisi masih melakukan pendekatan persuasif," katanya.

Ia mengatakan, "Saya tadi pagi sudah bertemu dengan sesepuh warga dan mahasiswa Papua, Benny dan Toni".

"Saya berpesan kepada mereka agar tidak membawa massa dalam jumlah besar ke kantor KPU DIY, saya juga minta tidak mabuk dan tidak membawa senjata tajam. Mereka yang terbukti melanggar akan ditindak tegas dan ditangkap," katanya.

Kapolda mengingatkan, sekarang harus mengedepankan dialog untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah. "Kalau ada yang mencoba berbuat anarkis atau mengarah kerusuhan, polisi akan menindak tegas dan menangkap pelaku," ujarnya.

Menurut dia, dalam aksi unjuk rasa Kamis (9/4), polisi masih mendahulukan pendekatan persuasif dalam menghadapi warga dan mahasiswa Papua di kantor KPU DIY. "Sekarang kalau mereka masih tetap bersikap seperti kemarin akan diambil tindakan represif," katanya.

Ia mengatakan, apalagi sejak tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB Kapolri telah menginstruksikan seluruh Polda di Indonesia dalam siaga I, dan berlaku sampai ada pernyataan untuk dicabut.

Saat berita ini diturunkan, berlangsung pertemuan Ketua KPU DIY, Ani Rohyati didampingi sekretaris Agung Supriyono dan sesepuh warga Papua, Beni dan Toni di kantor KPU setempat. Pertemuan ini membahas pembatalan rencana pemilu susulan bagi ratusan warga Papua di Yogyakarta.
 

(ant)

Dapatkan kabar Banua terbaru di genggaman anda di: http://banjarmasinpost.co.id/mobile di mana saja melalui ponsel anda
Bermasalah dengan Langganan Koran?
Hubungi : 0811 5000 117 atau Telepon: 0511 (3354370)

PEMBACA setia BPost, silakan sampaikan keluhan, saran dan kritik Anda terhadap public service atau masalah pembangunan di banua kita, secara singkat, cerdas dan santun melalui SMS ke nomor (0511) 7445000. Caranya: Ketik HOT (isi SMS Anda)

Keep this article in your social bookmark:

Baca Juga Berita Lainnya
POSTING KOMENTAR ANDA:
Nama (required)
Email (required)
Alamat
Isi Komentar
Security Code (required)
Disclaimer : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort