Banjarmasinpost.co.id
Kamis, 11 Maret 2010 | 25 Rabiul Awal 1431 H
Koleksi Gaun Pengantin Berteknologi Laser
Minggu, 22 Februari 2009 | 14:30 WITA
Dibaca 74 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel
Chenny Han
Teknologi laser-cutting digunakan untuk membuat motif pada detil gaun.

BAGI calon pengantin, memilih gaun pengantin yang indah tentu menjadi salah satu poin penting dalam persiapan pernikahannya. Misalnya gaun pengantin dengan detail hiasan yang memberi kesan mewah dan elegan. Bagi perancang busana Chenny Han, adalah suatu tantangan tersendiri untuk menciptakan gaun pengantin yang memenuhi kriteria semacam itu.

Pemilik Rumah Mode Chenny Han ini sudah melakukan berbagai inovasi dalam menciptakan gaun pengantin, di antaranya adalah menggunakan kristal-kristal dari Eropa, batik white on white, atau menciptakan gaya unfinished style, yaitu membiarkan bunga-bunga kain yang menjadi detail gaun tidak dijahit. Namun, benang-benang di pinggiran kain yang tidak dijahit itu membuat pemakainya merasa gatal.

Pertemuan Chenny dengan seorang web designer yang juga pemilik usaha laser-cutting melahirkan ide untuk menghasilkan gaun-gaun pengantin yang diproses melalui teknologi laser. Seperti kita ketahui, teknologi laser biasanya digunakan untuk memotong kertas atau untuk kepentingan kosmetika. Dalam hal gaun rancangan Chenny, teknik laser-cutting dimanfaatkan untuk membuat detail hiasan yang rumit sekaligus mencegah benang-benang di pinggiran kain berhamburan.

Keuntungan dari penggunaan teknologi laser ini adalah ketepatan motif dari mesin laser ke kain yang mencapai 0,01 mm. Pengerjaan gaun juga menjadi lebih cepat, terbukti 12 gaun pengantin yang dipamerkan pada mini show di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (19/2) lalu, hanya memakan waktu 3 minggu. "Kalau dikerjakan manual mungkin 12 gaun itu baru selesai setahun," ujar Chenny.

Teknik laser ini bisa diterapkan pada kain jenis apa pun meskipun kurang baik jika digunakan untuk jenis polyester. Maksimal, mesin dapat mengerjakan dua atau tiga tumpuk kain sekaligus sehingga makin mempersingkat waktu. "Yang lama adalah melakukan setting-nya, seperti membuat film kalau untuk mencetak majalah," demikian menurut Clara Wijaya, sang web designer dari Sumber Jaya. "Makin sulit motifnya, juga makin lama pengerjaannya."

Untuk gaun-gaun pengantinnya tersebut, Chenny banyak membuat motif bunga atau kupu-kupu berbagai ukuran. Selain menjadi potongan-potongan yang ditempelkan pada gaun, detail hiasan tersebut ada pula yang langsung diproyeksikan pada gaun atau pada veil-nya yang menyapu lantai.


DIN

Dapatkan kabar Banua terbaru di genggaman anda di: http://banjarmasinpost.co.id/mobile di mana saja melalui ponsel anda
Bermasalah dengan Langganan Koran?
Hubungi : 0811 5000 117 atau Telepon: 0511 (3354370)

PEMBACA setia BPost, silakan sampaikan keluhan, saran dan kritik Anda terhadap public service atau masalah pembangunan di banua kita, secara singkat, cerdas dan santun melalui SMS ke nomor (0511) 7445000. Caranya: Ketik HOT (isi SMS Anda)

Keep this article in your social bookmark:

Baca Juga Berita Lainnya
POSTING KOMENTAR ANDA:
Nama (required)
Email (required)
Alamat
Isi Komentar
Security Code (required)
Disclaimer : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort