MARABAHAN, BPOST - Daya tahan jalan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) khususnya di dalam kota kekuatannya akan ditingkatkan. Hal itu, untuk mengantisipasi kerusakan yang disebabkan truk bertonase besar.
Terlebih lagi saat ini akses menuju Marabahan, ibu kota Batola, terbuka lebar memudahkan angkutan barang dan komoditas lainnya berkapasitas lebih dari lima ton melintas.
Hal ini memang tidak bisa dilarang begitu saja oleh pemerintah setempat, karena saat ini Batola khususnya Marabahan masih dalam tahap pembangunan.
Rencananya pada 2009 mendatang, semua jalan perkotaan akan dimuluskan dan kemungkinan angkutan tonase berbadan berat tidak diperbolehkan masuk wilayah perkotaan.
“Kalau semua jalan di perkotaan sudah baik, mau tidak mau kita akan melakukan pembatasan tonase angkutan,” tegas Bupati Batila, H Hasanuddin Murad, Rabu (17/12).
Apabila memang semua jalan kota sudah diperbaiki, kata dia, kendaraan bertonase besar akan diawasi saat memasuki Marabahan melalui Jembatan Rumpiang. “Bisa saja mereka diminta menurunkan muatannya sebelum melewati Jembatan Rumpiang,” kata Hasanuddin.
Setelah itu, muatan yang dibongkar akan diangkut dengan menggunakan kendaraan berukuran seperti pick up.
Pantauan BPost, setiap hari jalan arah menuju Marabahan terlihat antrean puluhan mobil truk bermuatan material.
Tidak hanya jalan kota yang dibuatnya rusak, jalan provinsi lebih parah bahkan beberapa jembatan kecil di kawasan Sungai Gampa yang terbuat dari kayu ulin jebol dan hanya diganjal dengan batang pohon kelapa.
Beberapa kali truk terperosok sehingga menimbulkan kemacetan. Kini, pemerintah provinsi juga terus melakukan perbaikan badan jalan dan sejumlah jembatan yang masuk di Batola. (dua)
| Rabu, 10 Maret 2010 | 22:54 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:52 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:56 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 17:30 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 17:00 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 16:58 WITA |