KAIN Sasirangan begitu banyak terdapat di Pusat pertokoan aksesoris dan perhiasan Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura.
Kain khas Kalsel ini ada yang sudah diolah menjadi busana, namun tersedia juga yang masih berupa kain.
Meski demikian kain sasirangan yang belum diolah laris manis. Karena ada sebagian orang yang ingin mendesain busana sasirangan mereka sendiri.
Adapun produk barang jadi yang dihasilkan dari kain Sasirangan beraneka ragam, tergantung dari imajinasi dan inovasi masing-masing.
Bisa dijadikan kebaya, hem, selendang, jilbab, gorden, taplak meja, sapu tangan, sprei dll.
Sasirangan pun bisa dipakai dalam kesempatan apa saja, baik resmi maupun santai.
"Saya beli kain sasirangan untuk dijadikan kebaya, sebagai busana ke pesta perkawinan teman," ujar Rasti, salah satu pengunjung CBS yang membeli beberapa meter kain sasirangan, Rasti.
Kain Sasirangan memang Kain khas dan memiliki nilai historis yang begitu tinggi. Sebagai bahan baku kainnya, yang banyak digunakan hingga saat ini adalah bahan kain yang berasal dari serat kapas (katun).
Saat ini pengembangan bahan baku makin meningkat, dengan penganekaragaman bahan baku non kapas seperti : polyester, rayon, sutera, dan lain-lain.
"Dengan mengkombinasikan antara motif-motif asli yang satu dengan motif asli yang lainnya, maka kain kain sasirangan makin menarik dan kelihatan modern," ujar Rasti.
Diimajinasikannya kain sasirangan yang dibelinya akan dimodifikasi sehingga menciptakan motif-motif yang indah tanpa meninggalkan ciri khasnya.
(kurniawan)
| Sabtu, 6 Maret 2010 | 12:05 WITA Sabtu, 27 Februari 2010 | 11:23 WITA Sabtu, 27 Februari 2010 | 11:21 WITA Sabtu, 20 Februari 2010 | 19:42 WITA Sabtu, 13 Februari 2010 | 13:39 WITA Rabu, 10 Februari 2010 | 15:40 WITA |