Banjarmasinpost.co.id
Sabtu, 13 Maret 2010 | 27 Rabiul Awal 1431 H
Si Kecil Sudah Berkacamata
Sabtu, 7 November 2009 | 11:49 WITA
Dibaca 25 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel
gettyimages



SAAT
ini banyak sekali anak-anak yang masih kecil tapi sudah pakai kacamata. Alangkah sayangnya jika mata si kecil sudah bermasalah sejak usia dini padahal proses penyembuhan mata rabun tidaklah mudah. Sekali memakai kacamata akan sulit melepasnya.

Banyak hal yang menyebabkan anak-anak tersebut harus pakai kacamata, salah satunya adalah kebiasaan yang tidak sehat yang berlangsung terus menerus. Menonton televisi atau komputer terlalu dekat dan lama, membaca dengan cahaya redup atau membaca sambil tiduran menjadi penyebab umum mata si kecil menjadi rabun.

Meski ada juga anak kecil yang memang penglihatannya sudah tidak normal karena faktor penyakit turunan. Namun, sampai saat ini masih belum dapat dipastikan dengan jelas apakah faktor turunan memiliki pengaruh yang besar terhadap anak yang memakai kacamata.

Sistem penglihatan anak masih tumbuh dan berkembang terutama selama 5 sampai 6 tahun pertama. Sehingga disarankan orangtua memberi perhatian khusus dari kebiasaan si kecil yang bisa membuat matanya rabun. Jika sudah terlanjur rabun, pemakaian kaca mata dari kecil memainkan peranan penting dalam membuat penglihatan anak menjadi normal kembali.

Seperti dikutip dari American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS), Jumat (6/11/2009) ada beberapa alasan yang membuat seorang anak membutuhkan kacamata, yaitu:

   1. Untuk memberikan penglihatan yang lebih bagus, sehingga anak bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di lingkungannya.
   2. Untuk membantu memperkuat penglihatan mata yang lemah (amblyopia atau mata malas), ini bisa terjadi ketika terdapat perbedaan dalam resep antara kedua mata. Misalnya satu mata normal, tapi mata yang lainnya tidak dapat melihat jarak jauh atau dekat.
   3. Untuk membantu meluruskan mata seperti mata juling (strabismus).
   4. Untuk memberikan perlindungan terhadap mata yang normal, jika mata yang satu lagi mengalami kelainan.


Anak usia sekolah dan orangtua harus dapat memberikan keputusan yang tepat, apakah memang membutuhkan kacamata atau tidak. Beberapa anak yang kesulitan membaca atau mungkin hanya memiliki kesalahan bias kecil tidak memerlukan kacamata. Untuk menentukan harus pakai kacamata atau tidak sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata yang lengkap.

Anak yang membutuhkan kacamata jika mengalami kelainan mata miopia (tidak dapat melihat benda dalam jarak jauh), hipermetropia (tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat), astigmatisma atau silinder (bola mata berbentuk elips atau lonjong) dan anisometropia (perbedaan resep mata untuk mencegah mata malas).

Beberapa makanan dipercaya bisa mengurangi masalah rabun jauh seperti konsumsi wortel dan tomat. Namun pengaruh makanan tidak terlalu besar karena masalah mata rabun ada di bola mata dalam kemampuannya menangkap obyek.

(dts)

Dapatkan kabar Banua terbaru di genggaman anda di: http://banjarmasinpost.co.id/mobile di mana saja melalui ponsel anda
Bermasalah dengan Langganan Koran?
Hubungi : 0811 5000 117 atau Telepon: 0511 (3354370)

PEMBACA setia BPost, silakan sampaikan keluhan, saran dan kritik Anda terhadap public service atau masalah pembangunan di banua kita, secara singkat, cerdas dan santun melalui SMS ke nomor (0511) 7445000. Caranya: Ketik HOT (isi SMS Anda)

Keep this article in your social bookmark:

Baca Juga Berita Lainnya
POSTING KOMENTAR ANDA:
Nama (required)
Email (required)
Alamat
Isi Komentar
Security Code (required)
Disclaimer : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort