BANJARMASIN, JUMAT - Wabah flu babi mulai memasuki Banjarmasin. Lima pegawai sebuah rumah makan menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Ulin karena diduga susfect virus H1N1, Kamis (23/7).
Hingga tadi malam, kelima pegawai rumah makan di kawasan Jl Gatot Subroto itu dalam pengawasan tim medis yang dibentuk RSUD Ulin. "Tidak ada masalah, tapi sementara diduga positif," ujar salah satu tim dokter, dr M Isa.
Kelima pegawai rumah makan yang diduga susfect flu babi, Yudi (21), Jajang (20), Asep Kamal (22), Irfan (17) dan Hendra Adot tiba di RSUD Ulin sekitar pukul 16.00 Wita. Kelimanya diangkut menggunakan mobil Dinas Kesehatan Provinsi dan langsung dimasukkan ke ruang isolasi, Bougenville.
Pantauan, di depan ruang isolasi itu seorang anggota satuan pengaman (satpam) berjaga mengenakan mengenakan masker. Terlihat pula petugas paramedis maupun tim dokter yang keluar masuk ruangan itu mengenakan masker.
Pemandangan serupa juga terlihat di lorong depan Depo I. Lima petugas petugas keamanan di bagian dalam menyarankan setiap pengunjung rumah sakit untuk mengenakan masker. Demikian pula perawat dan dokter muda, semua menutup sebagian wajah mereka dengan masker.
Petugas juru parkir juga terlihat mengenakan masker. Ditanya kenapa memasang masker, juru pakir perempuan itu mengatakan ada penderita flu babi dirawat di instalasi gawat darurat (IGD).
Sontak, pemandangan itu membuat pengunjung dan keluarga pasien bertanya-tanya. Setelah mendapat penjelasan dari pegawai rumah sakit, sejumlah pengunjung langsung menyerbu apotik yang berada di sebelah IGD untuk membeli masker.
"Kenapa menutup mulut?" tanya dr Ali Assegaff kepada salah satu pengunjung yang berselisihan dengannya. Pembesuk itu menjawab, "Katanya ada flu babi."
Namun, wakil direktur RSUD Ulin itu menjelaskan tidak perlu takut yang berlebihan. "Lepas saja, tidak perlu pakai masker," imbaunya.
Kepada harian ini, Ali menyatakan pihaknya sudah melakukan apusan di hidung dan di mulut kelima pasien itu, dan dikirimkan ke Jakarta. "Sementara kelimanya masih diisolasi," jelas dia.
Direktur RSUD Ulin dr Abimanyu pun menegaskan pihaknya siap memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi pasien yang diduga menderita susfect flu babi.
"Kita sudah ada tim medis terdiri sekitar 10 dokter, ahli farmasi dan ahli gizi. Pasien yang positif akan kita obati sampai benar-benar dinyatakan tidak menular," jelasnya.
Laporan keluarga
Kelima pegawai rumah makan itu dijemput petugas dinas kesehatan menyusul adanya laporan dari salah seorang keluarga mereka. Menurut Plt Kadinkes Kota Banjarmasin, dr Rini Sjoekri langkah penjemputan dilakukan untuk mengantisipasi agar virus H1N1 tidak menyebar.
"Karena sulit membedakan penderita flu biasa dengan flu babi. Jadi untuk amannya kita bawa untuk diperiksa intensif," jelas dia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel drg Rosehan Adhani mengatakan, sampel berupa asupan tenggorokan dan hidung kelima pasien sudah dikirim ke Puslitbang Medis Depkes RI.
"Nanti akan ada informasi dari Dijern P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Kalau positif, nanti akan diumumkan," jelas Rosihan dihubungi kemarin.
Terkait penggunaan masker oleh seluruh karyawan RSUD Ulin bersamaan datangnya kelima pasien itu, menurut dia itu sesuai Standard Operating Prosedur (SOP). "Kalau benar positf, agar tidak sampai menularkan ke orang lain," imbuhnya.
Mengantisipasi kemungkinan penularan virus maut itu di rumah makan tempat bekerja kelima paseien, Dinkes Provinsi berencana menyemprotkan disenfektan di area tersebut. Rosehan mengimbau pengelola restoran agar sementara waktu tidak beroperasi.
Menurutdia, perawsatan terhadap kelima pegawai rumah makan itu hanya sebagai langkah antisipasi untuk memastikan mereka benarbenar sembuh. "Khawatirnya kalau masih, sakit virus yang dibawa kelima pasien itu akan menyebar," pungkasnya.
(gg/gep/wid)
| Rabu, 10 Maret 2010 | 22:54 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:52 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:56 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 17:30 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 17:00 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 16:58 WITA |