Banjarmasinpost.co.id
Kamis, 11 Maret 2010 | 25 Rabiul Awal 1431 H
Menggali Kreasi Busana Muslim
Minggu, 19 Juli 2009 | 13:35 WITA
Dibaca 110 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel
IST

BUSANA muslim bukan lagi sekadar busana longgar untuk menutupi aurat. Dalam perkembangannya, busana muslim sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota besar.

Dibandingkan dua puluh tahun lalu, sekarang semakin mudah ditemukan perempuan mengenakan baju muslim. Di perkantoran, di kampus, di mal, bahkan di acara-acara khusus seperti pernikahan, baju muslim menjadi pilihan untuk tampil di depan publik.

”Kondisi ini membuat para perancang busana menjadi semakin bergairah menggarap busana muslim. Dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, busana muslim seharusnya bisa dikembangkan menjadi industri yang besar,” kata Sri Artaria Alisjahbana, pemimpin redaksi majalah Noor.

Untuk memajukan industri busana muslim, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bekerja sama dengan majalah Noor menggelar acara Indonesian Muslim Expo 2009 yang diadakan 16-17 Juli di Jakarta. Indonesian Muslim Expo diawali dengan lomba rancang busana muslim memakai bahan-bahan ramah lingkungan dan juga bazar. Sebagai penutup rangkaian kegiatan digelar peragaan busana muslim dari 16 perancang APPMI.

Kaya kreativitas

Sekarang ini baju muslim di Indonesia tampil dengan begitu banyak kreasi. Banyak variasi dilakukan agar baju muslim terlihat indah dan tidak monoton, yaitu hanya sekadar baju longgar yang dikombinasikan dengan celana atau rok longgar. Bahkan, penutup kepala pun sekarang dibuat berbagai macam variasi dengan membuat banyak detail pada penutup kepala.

”Supaya tetap terlihat indah, biasanya perancang bermain dengan kombinasi jenis dan corak kain, warna, serta detail seperti payet, manik, dan batu,” kata Hannie Hananto, salah satu perancang yang ikut tampil dalam acara itu.

Hannie merancang busana muslim sebagai busana kerja dan busana semiformal. Dengan target anak muda, ia memilih bahan kaus yang dikombinasikan dengan jins. ”Sekarang ini sampai usia 40-an orang masih suka memakai jins,” tutur Hannie.

Lenny Agustin malah merancang baju muslim yang benar-benar lain daripada yang lain. Ia merancang baju muslim dengan bahan rajut dan renda seperti taplak.

Lenny menampilkan rok- rok panjang lebar serta kombinasi baju longgar dan celana panjang. Supaya nyaman dipakai, Lenny melapisi rajutan itu dengan bahan sutra dan katun di sebelah dalam.

Untuk penutup kepala, Lenny mengombinasikan topi bundar dari bahan rajutan dengan kain renda berbentuk persegi yang diletakkan di atas topi. Sebagian kain renda persegi itu menjuntai ke bawah sampai ke dekat telinga. Baju muslim rancangan Lenny terkesan ceria karena ia menggunakan warna kuning, biru, hijau dan krem.

Perancang yang sudah lama terjun di dunia busana muslim, Ida Royani, tahun ini mengangkat tenun dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk rancangan busana muslimnya. Baju rancangan Ida berbentuk longgar yang bisa berkibar bila diterpa angin dengan aksen tenun NTT di bagian lengan.

Untuk bagian bawah, Ida membuat celana atau sarung dari tenun NTT. Sementara untuk penutup kepala, Ida lebih senang penutup kepala yang sederhana tanpa banyak detail. Bagi Ida, baju muslim sangat terbuka untuk dimodifikasi dengan berbagai bentuk gaya. (KOMPAS/Lusiana Indriasari)

Dapatkan kabar Banua terbaru di genggaman anda di: http://banjarmasinpost.co.id/mobile di mana saja melalui ponsel anda
Bermasalah dengan Langganan Koran?
Hubungi : 0811 5000 117 atau Telepon: 0511 (3354370)

PEMBACA setia BPost, silakan sampaikan keluhan, saran dan kritik Anda terhadap public service atau masalah pembangunan di banua kita, secara singkat, cerdas dan santun melalui SMS ke nomor (0511) 7445000. Caranya: Ketik HOT (isi SMS Anda)

Keep this article in your social bookmark:

Baca Juga Berita Lainnya
POSTING KOMENTAR ANDA:
Nama (required)
Email (required)
Alamat
Isi Komentar
Security Code (required)
Disclaimer : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort