JAKARTA, JUMAT - Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sengaja menghindar dan tak ikut hadir dalam deklarasi duet SBY--Boediono di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5) malam.
Ketidakhadiran Amien Rais itu disampaikan oleh salah seorang anggota Fraksi PAN DPR, Drajad Wibowo. "Pak Amien tak hadir dalam deklarasi SBY--Boediono," kata Drajad saat dikonfirmasi Persda Network.
Namun Drajad tak menjelaskan lebih lanjut alasan ketidakhadiran Amien Rais ke acara deklarasi SBY-Boediono.
Sumber DPP PAN lain yang dikonfirmasi menjelaskan, Amien Rais masih kecewa dengan keputusan SBY memilih Boediono.
"Sementara hasil Rakernas PAN, berkoalisi dengan Demokrat adalah menganut sistem ekonomi kerakyatan. Di sinilah alasan utama Pak Amien tak hadir," kata sumber PAN.
Sementara Ketua MPR Hidayat Nurwahid juga tak bisa hadir pada acara deklarasi SBY--Boediono. Humas DPP PKS, Ahmad Mabruri yang dikonfirmasi menjelaskan, ketidakhadiran Hidayat Nurwahid, bukan karena harus menunggu kedua anak kembarnya yang masih dirawat dirumah sakit.
"PKS resmi mendukung SBY--Boediono setelah mendapat penjelasan dari Pak SBY. Ketidakhadiran Pak Hidayat, jangan diartikan macam-macam. Beliau berhalangan karena harus menunggui kedua anaknya yang masih dirawat di rumah sakit," kata Mabruri.
Ketua DPP PKS yang juga Ketua Fraksi PAN DPR, Mahfudz Siddiq menjelaskan, pertemuan Ketua Majelis Syura PKS, Ustadz Hilmi Aminuddin dengan SBY di Bandung menghasilkan kesepakatan akhir untuk mengusung duet SBY--Boediono.
"Kesepakatan ini terbangun setelah ada kesepahaman dalam pertemuan itu. Yang didasari, atas prinsip patnership yang setara dan dua arah," kata Mahfudz Siddiq.
(Persda network/yat)
| Selasa, 18 Agustus 2009 | 22:33 WITA Selasa, 18 Agustus 2009 | 19:51 WITA Senin, 17 Agustus 2009 | 23:58 WITA Minggu, 16 Agustus 2009 | 09:02 WITA Minggu, 16 Agustus 2009 | 09:01 WITA Sabtu, 15 Agustus 2009 | 22:41 WITA |