JAKARTA, KAMIS - Ibarat pacar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih meminta kepastian dari Partai Demokrat sebelum memutuskan untuk berkoalisi. Apakah PKS akan menerima atau tidak, hal itu tergantung keseriusan tawaran Partai Demokrat.
"PKS sedang menimbang kalimat SBY yang menyatakan 'anything can be happen'. Masih ada dua hari ke depan, kita tunggu," kata Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/5).
Ketika ditanya, apakah akan memilih SBY atau koalisi dengan parpol lain, Mahfudz lagi-lagi mengatakan, "Anything can be happen-lah." Menurutnya, PKS akan melihat perkembangan ke depan dan menimbangnya hingga detik terakhir. "Tergantung hari ini sampai besok," ujarnya.
PKS juga menuntut agar kontrak politik diselesaikan sebelum deklarasi pasangan SBY-Boediono dilakukan. "Prinsipnya, PKS ingin ketika kita deklarasi, dan mendaftarkan calon presiden dan cawapres ke KPU, segala kontrak politik sudah langsung diselesaikan dan tinggal fokus ke pemenangan. Kalau deklarasi sudah daftar, tetapi kesepakatan belum tuntas, ya bagaimana," ujarnya.(Kompas.com)
| Kamis, 11 Maret 2010 | 15:19 WITA Selasa, 9 Maret 2010 | 22:14 WITA Senin, 8 Maret 2010 | 16:38 WITA Senin, 8 Maret 2010 | 12:49 WITA Minggu, 7 Maret 2010 | 11:13 WITA Sabtu, 6 Maret 2010 | 19:20 WITA |