SAMARINDA, RABU - Hujan berintensitas tinggi selama empat jam pada Selasa (12/5) malam menimbulkan banjir dan tanah longsor di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Jalan Pangeran Antasari yang melintasi Kecamatan Samarinda Ulu dan Sungai Kunjang terendam sekitar 10 sentimeter. Truk, mobil, dan bus yang terlanjur lewat terjebak macet berjam-jam. Yang tidak ingin terkena kemacetan memilih jalan lain.
Banjir juga merendam sejumlah jalan di Kecamatan Samarinda Utara, yaitu Mayjen Sutoyo (dulu Remaja), Pemuda I, Pemuda VI, dan Pemuda VII. Keempat ruas tadi amat mudah kebanjiran sebab terletak di dataran rendah dalam bantaran Sungai Karangmumus yang kerap meluap akibat tidak mampu menampung air hujan.
Selain itu, hujan nyaris membuat rumah milik Zulkifli di RT 14 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Sungai Kunjang, tertimbun tanah longsor dari bukit vila di belakang bangunan. Longsor tidak masuk ke bangunan berukuran 8 X 4 meter di Gang Wahyu itu karena tertahan dinding kayu bagian belakang rumah.
Namun, banjir yang kembali menerjang ibu kota Kaltim itu membuat kalangan warga cemas. Mereka khawatir banjir hingga dua meter yang menerjang 80.000 jiwa dari 607.000 warga di tiga belas kelurahan di empat kecamatan dari pertengahan sampai akhir bulan lalu terulang.(Kompas.com)
| Kamis, 11 Maret 2010 | 12:54 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:52 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:36 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 22:10 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 21:16 WITA Rabu, 10 Maret 2010 | 12:09 WITA |